preloader
Look up to the sky

Berbagi Tips untuk Mahasiswa Akhir

Karena lagi kangen dunia perkuliahan (hehehee), aku mau sharing lagi nih tentang dunia perskripsian yang mungkin bisa bermanfaat juga buat yang membaca. Tujuan aku nulis ini si cuma sharing dan mencurahkan kerinduan terhadap menulis aja di blog tercinta ini dan kekangenan pada masa-masa melelahkan saat itu. Sekalian curhat, gimana si cara-caraku dalam melewati drama skripsi setelah kulewati sekitar 8 bulan (Oktober 2018 – Juni 2019) terakhir. Kalau memang ada yang bisa dipetik manfaatnya dari tulisan ini ya Alhamdulillah ya J

Sebagai prolog, buat yang belum tau, aku kuliah di UGM jurusan Teknologi Industri Pertanian yang masuk ke dalam Fakultas Teknologi Pertanian. Aku masuk kuliah di tahun 2015 atau kalau di UGM disebut sebagai angkatan 2015 juga. Alhamdulillah, aku resmi menyelesaikan studiku di UGM selama 3 tahun 11 bulan, yaaa kira-kira pas 4 tahun. Alhamdulillah gak bayar UKT Semester 9 kaaaan~ Hehehehe (sebwah motivasi terbesar wkwkwk). Ohya, sebelumnya aku mau menekankan kalau lulus tepat waktu itu bukan sesuatu yang mutlak kok kalau kuliah. Semuanya tergantung target masing-masing orang si menurutku yang didasarkan oleh pertimbangan-pertimbangan pribadi. Ada juga yang memang punya kendala selama pengerjaan, entah dari objek penelitiannya, dosen, maupun biaya. Yaa, sama seperti hidup manusia, skripsi juga punya jalannya masing-masing untuk ditempuh. Kalau aku pribadi sangat prefer untuk lulus tepat waktu. Alasannya, yang pertama adalah karena jatah beasiswa S1 ku hanya 4 tahun, artinya ketika kuliahku lebih dari 4 tahun, sisanya aku harus membiayai UKT ku sendiri yang sangat mahal L bagi kedua orangtuaku terasa berat walau masih bisa diusahakan. Alasan yang kedua, ketiga, maupun keempat sepertinya tidak usah diceritakan ya di sini, mungkin bisa disambung di postingan berikutnya. Nanti terlalu panjang dan bikin malas baca L

Tentu, selama aku mengejarkan skripsi gak mungkin lah jalannya mulus-mulus aja. Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, skripsi punya jalan terjalnya masing-masing. Tapi, seharusnya gak bikin kita menyerah begitu saja dong ya? Semuanya pasti ada jalannya kalau mau diusahakan. Termasuk beberapa di antaranya adalah tips-tips yang akan aku bagikan di bawah. Gak banyak sih, tapi aku berharap beberapa di antaranya semoga relate dengan permasalahan skripsi kalian atau bagi siapapun yang membacanya. Ohya, disclaimer lagi nih, ini semua dari pendapat pribadiku ya yang kebetulan cocok di permasalahan skripsi yang aku punya. Bisa jadi gak worth it di kalian, atau bisa juga sangat relate.

1. Gak usah kebanyakan ganti TOPIK!

Biasanya permasalahan ini muncul saat penulisan proposal skripsi di mana topik kita sebelum pelaksanaan penelitian atau pengambilan data digodog habis-habisan. Tujuannya si cuma 1, memastikan sebelum pengambilan data, apa yang kita cari, alasan yang kita cari, maupun bagaimana kita mencari data tersebut sudah benar. Sehingga saat pengujian skripsi bisa dipertanggungjawabkan. Nah, biasanya kita akan sangat galau dalam menentukan topik di sini. Sebelum disetujui oleh dosen kan, topik yang kita ajukan akan dipertanyakan terus nih, dari latar belakang, tujuan, manfaat, hingga metode. Eh nambah ding, tentang kebaruan penelitian kita. Tipsnya, kalau sudah nemu satu topik yang menurut kita sesuai, please be consistant. Aku ngerti si, setia itu sulit, Hehehe. Iya sih, topik atau draft awal proposal kita gak mungkin langsung disetujui tanpa koreksi, minimal ada koreksi pada objek yang dipilih, metode, maupun bahan-bahan pendukung. Nah, kalau bisa pertahankanlah garis topik kita secara umum, tapi tetap dengan perbiaikan-perbaikan yang disarankan dosen pembimbing tersebut. Jangan setiap dikasih saran sama dosen, atau dikritik (yang agak pedes) soal topik kita, langsung ciyut mentalnya dan langsung menyerah dengan mengganti topik yang menurut kita akan jauh lebih mudah. NO GUYS! Skripsi gak ada yang mudah! Percayalah! Konsisten saja dalam mengerjakan dan mendalami topik yang akan kita pilih, insyaallah akan menemukan jalan keluar berikutnya J. Kecuali dari awal sudah disuruh ganti ya sama dosennya. Hehehee~ itu beda cerita :p

2. Be KHUSNUDZON sama Dosen!

Aku ngerti si, ga semua dosen baik (Uppsss) atau pengertian sama kita, mahasiswanya. Tapi aku yakin, semua dosen punya niat baik untuk meluluskan mahasiswa bimbingannya. Dari yang kalau konsultasi mintanya banyak (suka nambah-nambahin topik bahasan maksudnya), atau yang suka mengejek kemampuan kita, sampai yang susah ditemui. Setiap dosen punya karakteristiknya masing-masing. Sebelum terjun ke kehidupan mereka. Ceiylaaaa~ Please pelajari karakter-karakter beliau. Caranya? Kepoin ke kakting yang pernah dibimbing beliau, minta saran kalau bimbingan gimana, dll. Atau dengan cara menebak-nebak dengan sabar. Heheheh~ Dosen tu kaya orangtua, ya kan emang orangtua. Ga jarang kita dibimbing sama dosen yang seumuran sama orangtua kita atau bahkan kakek kita L Nah, komunikasi di antara kita sama dosen juga seringkali jadi susah karena perbedaan usia yang jauh. Istilahnya udah ga sefrekuensi. Skill yang paling kita butuhkan adalah teknik komunikasi. Belajarlah untuk berkomunikasi dengan orangtua, yang sopan, kalau mau menyanggah, sanggahlah dengan sopan tanpa menyinggung. Kalau dosen sudah tersinggung, susaaaaaaaaahhh L

Maksud dari Be khusnudzon di sini adalah ga usah deh bilang dosen skripsi kita paling jahat L tau tau kita ngambek dan ga mau bimbingan hanya karena pas bimbingan minggu sebelumnya beliau ngebentak kita atau malah mencibir topik penelitian kita. Sabar~ Udah itu aja si tipsnya WKWKWKWK Ya emang gada cara lain selain melapangkan dada kalau urusannya sama dosen.

3. Buat Logbook Penelitian

Hey buat apa? Katakanlah logbook ini kaya buku diary selama penelitian skripsi kita. Setiap hari kita ngapain, tulislah di sana. Sekecil ngeprint proposal. Siapkan logbook kegiatan dan logbook biaya. Jadi kita bisa tau pengeluaran sudah seberapa untuk skripsi kita. Setiap penelitian yang kita lakukan, tulislah juga di logbook tersebut. Jadikan sebagai simpanan data, selagi nanti menulis hasil kita lebih mudah men-track out kapan dan di mana data tersebut diambil. Yakin deh, penulisan hasil dan pembahasan akan jauh lebih mudah jika setiap yang kita temui saat penelitian/pengambilan data sudah kita rangkum sebelumnya dalam logbook. Trust me! It works so much!

4. Jangan membandingkan Skripsi kita dengan yang lain

Skripsi adalah masalah personal. Sudahlah kerjakan urusan sendiri. Gak usah kepo teman sampai mana. Iya, kalau teman yang kita tanyain lebih lambat dari kita. Nah kalau lebih cepet? Iya kalau yang lebih cepet bisa membuatmu nambah ngebut? Kalau justru nambh bikin frustated gimana? Hindari, dan fokus saja ke penelitian sendiri!

Yaa boleh lah sesekali ngobrol dan diskusi dengan teman senasib di kampus. Setidaknya beban sedikit ringan, dan siapa tau ada solusi yang bisa kita gunakan yang datang saat kita ngobrol sama teman-teman.

5. Kerjakan setiap hari!

Skripsi is like a marathon. Not sprint. Definisinya ya mirip kaya kesuksesan. Ga cepet-cepet, tapi terus menerus. Gak usah khawatir tertinggal dari teman-teman yang lain. Fokus dan kerjakan setiap hari. Kalau lembur ya silakan, kalau bisa tidak lembur ya tambah bagus! Atur waktu sebaik mungkin, kerjakan walau sedikit demi sedikit. Gak usah kepikiran liburan dulu. Justru nikmatilah liburan di sela-sela pengerjaan skripsimu dengan cara kerjakan setiap hari tapi sedikit demi sedikit dan gak memporsir waktu.

Sebenernya tipsnya bejibun, semacam advices buat kalian yang masih sibuk berjuang dengan skripsi atau justru baru mau skripsian dan lagi nayri-nyari ide. Teruslah pupuk semangat menyelesaikan skripsi. Semangat yang dirawat, dijaga, dan dimanfaatkan dengan baik pasti akan mengantarkan kita juga ke kelulusan yangkita idamkan. Minimal, jadikanlah ini sebagai ladang buat kita untuk menyelesaikan tanggungjawab J

Semangaaaattttt~s

Facebook Comments

Leave a Reply

Leave A Comment