Anyik's Notes

Yes, I Am Back!

Ini adalah alasan pertamaku memutuskan untuk menulis kembali setelah pengakuan di posting sebelumnya. Simpel sih, dari awal aku memang menulis dan mendedikasikan blog ini sebagai diary online yang menyimpan memory secara permanen. Selain sebagai sampingan, dunia blog memberikan ladang bagiku untuk jujur dalam menyatakan perasaan, apalagi tipe-tipe orang sepertiku adalah tipe orang yang tdak mudah bercerita dengan orang lain, seringkali lebih suka menutup-nutupi perasaan pribadi. Yaaa begitulah~~~

Pagi ini, pagi yang tanpa kopi. Iya, sudah lama tidak menikmati pagi dengan secangkir kopi dan lembaran – lembaran buku. Hmmm~~
Pagi yang tanpa kopi ini aku ingin sedikit bercerita tentang perasaan risauku tentang suatu hal,

Hmmm sebenarnya sudah terlalu siang untuk bilang pagi. Tapi semangat pagi adalah esensinya. sebenarnya ini berkaitan juga dengan alasan kenapa aku mau kembali lagi ke blog ini. Rasa itu adalah rasa kangen yang luar biasa terhadap hobiku sejak SMP ini, menulis. Rasa kangen itu terus muncul sampai-sampai ada kekhawatiran tersendiri yang ikut-ikutan muncul. Ceritanya, awal suka menulis diawali dengan nulis cerita-cerita pendek, bentuk fanfiction dan beberapa cerita khayalan para fans untuk sebuah idol. Banyak sekali cerita yang sudah aku hasilkan, mulai dari berbagai genre, rating dan length, ada yang drable, oneshoot, sampai chapter. Jenis ceritanya fanfiction, kadang juga menulis puisi,  mengartikan dan membuat tafsiran lagu-lagu inggris favorit wkwk

Itu dulu,  ketika SMP yang kesibukannya hanya sekolah pulang sekolah pulang ditambah dengan sekolah madrasah diniyah dan malamnya ikut pengajian kitab kuning di salah satu pondok pesantren dekat rumahku. Emmmm~ Nah yang menjadikan kerisauan itu datang lagi adalah saat kemudian realita yang dulu itu aku bandingkan dengan saat menuai kehidupan berikutnya di MA Al Hikmah 2 dan juga sekarang saat di UGM. Ada perbedaan yang sangat nampak.  Kuantitas dan frekuensi menulisku jadi jarang.  Dulu setiap hari aku mampu menghasilkan 1 judul cerita. Walaupun sayangnya buku-buku tulisanku itu tidak kujaga dan akhirnya malah jadi objek rongsokan yang bisa ibuku jual.  Katanya menuh-menuhin rak buku dan lebih baik digantikan dengan buku-buku baru.  Sayang memang.  Karena aku jg tidak bisa selalu memantau kondisi kamarku,  iya maklum juga 3 tahun tidak di rumah setelah lulus smp.

Waktu aliyah,dunia tulis menulisku mulai lebih terasah,  lebih tinggi level genre yang kusuka.  Aku suka menulis kritik dalam esay, berita dan semua yang berkaitan dengan kejurnalistikan.  Meski tidak aku publikasikan,  di buku-buku diary ku sudah banyak karya-karya yang sayangnya lagi tidak pernah aku ketikkan lalu aku publish di media blog ini. Akibatnya buku-buku itu jg entah kemana muaranya yang jelas aku sudah tidak pernah melihatnya setelah lulus dari Malhikdua.

Sekarang,  apalagi.  Jangan ditanya menulis catatan harian kapan?  Tidak pernah.! Aku jawab demikian karena memang aku akui semenjak kuliah produktifitasku menurun.  Aku terlalu sibuk mengerjakan tugas dan laporan seabrek-abrek. Belum lagi tugas organisasi,  rapat,  dan yang palig besar adalah kegiatan di pesantren yang sekarang. Terkadang,  aku mengira ini hanya excuse yang aku buat saja.  Mungkin karena sekarang malas dan lebih malas.  Tapi aku juga pernah mencobanya untuk tetap menulis.  Tapi lebih sering lagi fikiranku stuck.  Berhenti hanya di paragraf pertama. Tapi ide menulis terus saja muncul.  Berbondkng-bondong datang. Sayangnya,  sekarang aku tidak bisa menumpahkannya ke dalam kata-kata yang lebih real.

Miris.

Iya.

Diawali dengan kerisauan di atas,  aku ingin merubahnya sekali lagi.  Ingin berusaha sekali lagi.  Karena aku tau kebutuhan menulis adalah sama dengan kebutuhanku terhadap barang-barang setelah kebutuhan primer (pangan sandang papan) . Aku tau menulis adalah salah satu cara untukku lebih bisa luwes dalam bertutur.  Lebih dapat jujur dalam menyatakan pendapat. Dan aku akui aku semakin kurang dalam hal itu. Begitu pula membaca.  Dulu setiap hari bisa aku sisipkan barang satu lembar buku bacaan apa saja (selain buku pelajaran)  untuk aku simak. Kemudian aku ceritakan isinya ke teman-teman kelasku atau teman kamar asramaku.  Tapi sekarang,  jangankan sudah hatam berbuku-buku.  Membaca satu lembar dalam satu minggu saja dipertanyakan.

Inilah yang menjadikan aku ingin kembali dalam dunia membaca menulis dan bercerita. Melalui blog ini,  selain menurutku adalah media yang paling istimewa yang pernah aku punya,  blog ini juga akan selalu mengingatkanku kepada sekolah dan pesantrenku tercinta, Al Hikmah 2. Yang telah mengantarkan aku untuk lebih mencintai membaca,  menulis,  kemudian bercerita.  Di tempat itu aku berkembang dan menyadati betapa dunia akan sangat sepi tanpa bacaan, tulisan,  dan cerita.

Yaaa.  Akhirnya aku kembali. Menagih janji berhari-hari yang sudah usanh.  Mungkin sampai malaikat yang mencatat janjiku lupa. Bahwa aku pernah berjanji,  aku ingin menulis lagi.

Di tempat istimewa ini,  Yogyakarta.  Aku memiliki banyak cerita lucu,  konyol,  menegangkan,  mengharukan,  bahkan sebuah cerita yang tak sanggup aku ceritakan. Kompleks.  Absurd. Antara rindu,  hujan dan angkringan. Yogyakarta.

Aku juga berhutang karena tidak menceritakan kota ini dengan istimewa. Yaaaaa~~ Leganya hari ini bisa menulis curhatan seabsurd ini. Mudah-mudahan menjadi awal lagi yang benar-benar awal.

Pagi sudah tidak pagi.  Adzan dhuhur baru saja berkumandang. Tapi yogyakarta hari ini masih berlangit pagi. Mendungnya syahdu diiringj deruan kendaran bermotor yang semaki. Memadati. Oh yogyakarta.

Sekian 😇
#maafkanagakalay #menebusjanji #writers #life #goodlife

Facebook Comments

About khusana anik

simple person :) just fun with me :D
View all posts by khusana anik →

Leave a Reply

1 thought on “Yes, I Am Back!

  1. banyak alasan untuk tidak menulis, tinggal dicari, dipakai sebagai jawaban, dan seterusnya hingga lama-lama semakin berat menulis karena terlalu lama mengendap di pikiran sehingga harus memulai lagi dari awal sehingga butuh2 sekali tenaga luar biasa. Jangan lupa, merawat konsistensi itu memang berat, tapi mengawali juga, seperti ini.
    Semoga ini start yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *