2
Des

Bersama Wangi Kopi di Yogyakarta

Hidup adalah soal berlari. Berlari mengejar masa depan sekaligus berlari meninggalkan masa lalu. Ada banyak hal yang patut disyukuri dibanding disesali. Ada banyak hal yang patut disenyumi, dibanding dicemburui. Ada banyak yang meninggalkan, namun bersyukurlah banyak juga yang datang. Hidup itu memang datang dan pergi. Seenaknya sendiri. Namanya juga dunia, diciptakan untuk tempat pengujian.

Tentu, hidup tidak akan indah dengan masalah. Jalani saja senatural mungkin, seenergik mungkin untuk bertahan. Jangan suka menyesal, hidup itu apa adanya. Ia berhadapan dengan masalah yang bergelombang kontinuitas, bersambung terus tidak akan pernah berhenti. Satu masalah usai, yang lain menghampiri. itu sudah menjadi hukum alam, datang dan pergi dengan batas yang tak terhingga. Continue reading

13
Okt

Antara Sarapan Bergizi dengan Dompet Tipis

Pagi ini, Yogyakarta cerah – cerah saja seperti biasanya. Entah karena mimpi semalam yang sangat absurd, bangun – bangun perut ini jadi sangat lapar. Setelah dengan pertimbangan yang sangat matang (padahal, antara malas dengan susah bangun yang beda – beda tipis) aku putuskan mandi untuk menyegarkan fikiran dan refresh muka. Berharap setelah mandi rasa laparitu bisa dilupakan, tapi eeeeeeh ternyata semakin menyiksa. Pagi ini sebenarnya pengen mencicipi nasi goreng burjo di depan gang kos. Tapi apalah daya mengingat uang di dompet sudah benar – benar ngepress untuk seminggu ke depan menunggu kiriman -uang datang. Hiks Hikss -_- Kukubur lagi ngidam nasi goreng itu.

Sebenarnya agak frontal diceritakan, karena takut di Continue reading