Anyik's Notes, sajak

Juni Datang Lagi

Well, aku buka dengan sebuah sajak romantis karya penyair favorit saya di abad ini (Sapardi Djoko Damono). Jujur,, belum pernah baca bukunya sih,, cuma sering baca di review temen-temen pecinta syair.. Semoga saja, Juni ini bener-bener bisa beli bukunya 🙂

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Hujan Bulan Juni, hujan rindu yang bertubi-tubi, rindu yang tak mau bertepi, rindu yang tak tau harus dicari,
#Hahahaha
Mulai kan bapernyaaa -.-

1 Juni datang lagi, hari kelahiranku datang kembali.

Tahun ini 2016, artinya 19 tahun lalu, di tanggal yang sama, untuk pertama kalinya udara dunia menggesek kulitku yang masih sangat tipis itu. Pertama kali bibir ibuku menyentuh pipiku serta suara adzan dari ayahku merasuki tubuh.

Puluhan tahun yang lalu, sebelum Indonesia merdeka, 1 Juni menjadi tanggal yang sakral. di Hari itu Bung Karno mengusulkan rumusan dasar negara yang kita namai saat ini Pancasila, yang kita anut, yang selalu kita junjung tinggi nilai nya sebagai ideologi bangsa.

Mungkin ini kebetulan, ibuku juga mengangap demikian, karena yang pasti ibuku tidak tau menau soal proklamasi serta rumusan pancasila di zaman dahulu. Yang ibuku tau hanya harga-harga di pasar melonjak naik sejak krisis moneter 1997 dan 1998 di mana itu adalah tahun-tahun pertamaku berada di antara mereka secara nyata.

Waktu itupun, aku sama sekali tidak tau. Jangankan mencari hubungan antara kelahiranku dengan pancasila, tahu pancasila saja belum. Maklum, aku hanya mampu mengerti dengan menangis. Entah, aku juga lupa apa yang ditangiskan. Semakin dewasa, semakin umurku bertambah, smapai saat umurku 19 ini, aku semakin yakin, bahwasannya, kebetulan itu tidak semata-mata diciptakan begitu saja. Pasti ada rahasia, pasti ada hikmah, pasti disanalah mengandung banyak makna.

Apa yang aku maknakan? kusemogakan? kuharapkan? dan kuinginkan? Kesamaan dalam 1 Juni adalah salah satu doa yang Allah berikan lewat tanggal. Agar suatu saat nanti aku juga dapat bermanfaat dan berpengaruh terhadap Indonesia. Yaaaa, itu adalah salah satu doaku… Upsssss #katanyagakbolehbilang2kalauberdoa#

Well… tengkyu semua yang sudah meluangkan waktunya untuk mengucapkan: Selamat Ulang Tahun Anik, pibesday Anyik, barakallah ya Nyik, Sanah helwaa ya Nik, dan masih banyak lagi. Apalagi yang ditambah dengan doa2 kebaikan yang panjang: Sukses selalu yaaa Nyik, moga kuliahnya lancar, cepet lulus, Eh, cepet kurus yaaaaa… dan masih banyak lagi doa2 kreatip temen-temen… Belum lagi yang rela-rela ngasih kejutan dan pancakenyaaaa. Plus lilin pulak :)) Kan terharuuuuuuu…

Aku bersyukur, 1 Juniku tahun ini dirayakan oleh hampir seluruh rakyat Indonesia, meskipun sebagai perayaan Hari Pancasila, namun aku selalu menganggap 1 Juni juga milikku. Hehehe :)) Dari desa Kedung Banteng dan Cilacapnya Pak Budiman Sudjatmiko sampai Tugu Pancasila.

love

Specially, for my inspirator. I believe, my birth date that same with the Pancasila’s day is not a coincidence, but it is prayers, hopefully one day, I became useful to the nation, like Pancasila by Bung Karno. Like Budiman Sudjatmiko for Revolusi ^^

*Nyobapakaiinggris

Karena dibuka dengan sajak, aku mau bersajak juga. Sajak murni dari isi hati yang paling dalam di Bulan juni ini #eeaaaa

Malam melewati dinginnya dengan sempurna. Melewati batas Yogyakarta dengan cakrawala yang dapat kau lihat dari atap rumahmu. Malamku sudah usai. Hari ini dan selanjutnya mungkin akan dilanjutkan dengan rindu. Mungkin ini bermula dari dirimu. Bagaimanapun caranya, suatu hari nanti akan aku tagih tebusanmu, yang seharusnya kau gunakan untuk membebaskan rindu ini.

Kamu kemana di 1 Juni ini? Kau kemana seharian ini?

Maaf salah, kau tak pernah mengenalku, sebagai siapapun yang ada di dunia ini. Namaku asing, sedangkan kau memilih nama lain yang jauh lebih sempurna. Aku salah berharap, aku salah bergantung. Juni ini, pasti kau mendapat kabar gembira. Aku juga berharap demikian, apa yang kau semogakan juga aku semogakan. Selamat beranjak dari kampung halaman. Selamat bertemu dengan Ramadhan, Semangat untuk Fastabiqul khoirot ^^ 

Sajak rindu hujan bulan Juni ini untukmu,,

Tengah malam,

Yogyakarta, 2 Juni 2016

2 thoughts on “Juni Datang Lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *