D-2 RAMADHAN, KETAR KETIR MENUJU UAS SEMESTER 4

 

Woah, bisa gak sih tanggal 30 Mei – 9 Juni nanti diskip aja?Ada yang bisa ngasih pinjem mesin waktu? Atau ngasih cara buat kabur sebentar ke dunia lain(?) biar tiba-tiba datang lagi di dunia nyata pas UAS udah selesai. Gitu aja bisa enggak?

Baru kali ini menuju UAS sangat takut begini, entah faktor psikologis apa yang membawa perasaan bodoh semacam ini untuk hanya sekedar bertemu dengan Ujian Akhir Semester, padahal sudah mau yang keempat kali selama kuliah. Well, aku mengaku salah, sejujurnya karena semester genap tahun ini kuliahku dibilang gak ada gregetnya sama sekali. Janji-janji bahwa aku mau rajin di Semester 4 ternyata bual semua. Oh my shit! Nyesel memang selalu di akhir ya kawan? U know so well bout that. Dan sebenarnya aku punya banyak alasan sih. Entah ini hanya excuse semata, atau memang aku ini punya masalah pribadi yang memang wajar membuatku selama kuliah kurang memperhatikan.

Jadi begini, aku itu tipe orang yang pelupa. Banyak absenku bolong hanya karena kebodohan yang seharusnya gak pantas aku terima. Bukan karena sakit, bukan karena aku ini ada kepanitiaan, urusan organisasi, perlombaan, atau apalah yang lebih penting. Tapi lebih sering dari absen-absenku itu adalah: telat bangun, mager, lupa ada kelas. Udah 3 alasan itu menempati posiis teratas sebagai alasan yang paling sering muncul. See this! Bolosku enggak berfaedah banget kan? Udah tau gitu, aku itu gak cukup aware buat nambal catatan. Boro-boro yaa, sekalinya berangkat, di kelas malah tidur. Mungkin hampir setengah dari SKS yang diajarkan aku tidur (atau ngantuk, sama aja karena tidur maupun ngantuk sama-sama engga bisa memperhatikan dosen ngomong).

Alasan yang kuanggap paling berpengaruh juga keberadaanku di pondok yang sekarang. Iya aku masih mondok. Mondok sambil kuliah (?) atau kuliah sambil mondok (?) udah lah sama aja menurutku. Kabar buruknya (buatku) aku diangkat menjadi salah satu pengurus inti pondok pesantren ini (sekarang) sebagai seorang sekretaris dan ditugaskan untuk menemani di komplek santri-santri yang masih SMA. Tau lah, anak SMA pasti lagi nakal-nakalnya dan gak mau nurut-nurutnya, aku jadi makin merasa aku punya tanggung jawab lebih yang sebenarnya aku belum siap untuk menjadi contoh bagi mereka (mau engga mau). Tugas-tugas lain yang dibebankan dari ndalem juga cukup membuatku putar otak mengatur waktu. Jadwal tidurku yang pontang-panting, alhasil selama kuliah jadi sering tidur.Β  Terkadang aku memang sering menyalahkan diri sendiri, aku tidak bisa mengatur waktu, tapi aku juga punya pembelaan tersendiri. Yaaa~~ otakku juga punya kapasitas. Mungkin orang lain bisa menjalani kehidupan dua arah yang sangat padat dengan teratur di umur yang sama denganku. Tapi apa mungkin kemampuan setiap orang itu sama? Aku mengaku aku engga cukup kuat mengatur belajar, mengerjakan laporan, ngaji, menjadi pengurus, ditambah tugas-tugas organisasi kampus. Begitulah alasanku, apa logis? Apa mbulet? hehehe

UAS semester ini jatuh lagi di bulan puasa, ini sebuah ujian yang berat juga guys. Harus nambah lapar ditambah dengan struggle UAS yang sangat menyeramkan. UAS jadi momok tersendiri, terlebih IP sangat menentukan semester selanjutnya aku bisa mengambil berapa SKS lagi dan itu berpengaruh terhadap ketepatan waktu untuk lulus. Ini menyangkut beasiswa yang aku terima juga guys, ancaman tidak tepat waktunya cukup berat. Padahal 3 tahun setelah lulus aku juga harus mengabdi (merupakan bagian dari konsekuensi beasiswa yang kudapat) di pesantren asal sekolahku dulu. Makanya harus lulus cepet (at least tepat waktu lah ya)

Beberapa hari ini perasaanku makin engga enak. Serius! Aku suka ketakutan tersendiri. Melihat materi yang penuh dengan rumus, teori dalam bahasa inggris, catatan engga lengkap, soal yang tak bisa dikerjakan, semuanya menyumbang ketakutan. Itulah~ aku bingung mau belajar dari mana? Perasaan takut ini juga bercampur dengan perasaan khawatir. Khawatir dengan hasil ahir nanti (IP), apa masih bisa memuaskan orang tua? Apa masih bisa? Apa masih dalam batas standar? πŸ™

Sempat mikir aku mungin butuh psikolog yang bisa kuajak konsultasi masalah kecemasan berlebihan yang kualami. Tapi setelah aku instropeksi diri, mungkin bukan karena semata-mata alasan di atas, atau murni faktor psikologis saja. Aku mikir lagi nih, agak panjang dan akhirnya aku menemukan jawaban. Mungkin saja aku ini kurang nderes Al Qur’an, kurang sholat sunnah, ibadah-ibadah sunnah lain, kurang shodaqoh, kurang ngaji kepada guru, dan tentu kurang mendengarkan nasihat guru. Bisa jadi, penyebab terbesar dari kegelisahan itu adalah faktor-faktor tadi.

Hehehehe

Dan ternyata mungkin dengan Tuhan memberikan perasaan gelisah ini tepat saat di bulan Ramadhan, biar pas momennya untuk menebus kesalahan-kesalahan dengan beramal sholeh lebih. Allahu yahfadz, Engkau Maha Tahu Segalanya.

Ini cerita #MalhikduaRamadhan ku untuk gerakan #1hari1post enggakpapa lah yaa isinya curcolan, semoga di dalamnya bisa diambil pelajaran bagi yang membaca. Kesimpulannya disimpulkan sendiri. Yang penting tetap setia menulis di #malhikduacom bersama komunitas blogger #sandalselen yang insyaallah makin kece

Bye

4 thoughts on “D-2 RAMADHAN, KETAR KETIR MENUJU UAS SEMESTER 4

  1. wkwkwkwk, Anyik yang curcol πŸ˜€

    Dari curhatanmu di atas sebenarnya masalah utamanya adalah di manajemen waktumu. Jadi untuk solusi, hal yang pali pertama kamu lakukan adalah menyusun ulang semua jadwalmu dan kategorikan. Mana yang primer, sekunder bahkan tersier. Dari sini kamu bakal tahu mana yang mestinya mendapat porsi waktu dan perhatianmu lebih banyak. selain itu jaga kesehatan juga, karena kebugaran tubuh sangat dituntut untuk selalu sehat, menimbang kegiatanmu yang seabreg. Tetap semangat, jangan lupa senyum dan Salam Hangat dari Negeri Kinanah πŸ™‚

    • sangat membangun Khi sarannya. hehee
      alhamdulillah uas nya dah selesai, tinggal nunggu hasil, perbanyak doa dan sholawat wkwkwk
      salam balik dari kota Istimewa πŸ™‚

  2. Cieee masih kuliah..
    Yang uda tuwir gini merindukan mana2 itu. Andai ada mesin waktu, gpp deh jatuhnya pas UAS

    Hahaha

    Selamat UAS ya. Jangan lupakan google. Smoga bisa membantu jawaban :p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *