Anyik's Notes

CSSMoRA, Selalu di Hati (katanya) 

5 November 2015 kemarin,  bertepatan dg 5 Safar 1438 H, CSSMoRA UGM melaksanakan pelantikan kepengurusan baru periode 2016/2017 di Ruang T102 Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua CSSMoRA Nasional, M. Zidny Nafi dan Perwakilan dari PD pontren kanwil Yogyakarta yang menyampaikan pidato selamatnya kepada CSSMoRA UGM.

ini adalah sebuah moment penting, bahkan bisa dibilang sakral, setelah proses Muyawarah Besar beberapa pekan lalu. Di samping karena ini adalah prosesi penyerahan jabatan dari kepengurusan sebelumnya,  acara ini juga baru dilakukan setelah 3 periode pemilihan serta penyerahan jabatan dilakukan secara informal.  Tidak ada akad yang tertulis,  tidak ada simbolik,  hanya pemasrahan dari mulut ke mulut. Jelas.  Ini menjadi suatu kebangkitan tersendiri bagi CSSMoRA UGM. mengingat, organisasi ini sempat lenyap,  kemudian mulai merangkak demi sedikit,  berusaha mengumpulkan semangatnya kembali meski dengan anggota yang ngepas Sekaligus ngilang-ngilangan.  Cukup susah memang,  dengan kenyataan bahwa organisasi ini tidak setenar organisasi-organisasi lainnya yg ada di UGM. populritas kami tak sehebat popularitas CSSMoRA PTN lain, seperti Universitas Negri Islam di beberapa daerah Indonesia.

Ada sebuah dilema besar bagi CSSMoRA UGM, yakni tentang keanggotaan dan rasa kepemilikan yang masih sangat kurang. Stigma awal yang tertanam oleh para anggotanya adalah bahwa CSSMoRA UGM sendiri hanya sebagai organisasi bawaan, tidak ada effort  sebelumnya untuk menjadi anggota komunitas rasa organisasi ini, tidak prospektif, tidak terkenal di UGM sehingga seringkali kegiatannya jarang ada yang menarik warga UGM sendiri, atau bahkan mungkin ada yang beranggapan tempat ini tidak akan menjadikan anggotanya berkembang.  Stagnan. Organisasi yang statis. Roda perputarannya itu-itu saja. Sedangkan, mahasiswa UGM sudah terlalu sering mendapatkan pengakuan yang luar biasa. Perspektif hampir setiap mahasiswanya adalah menjadi orang-orang hebat yang berpengaruh. Kemudian anggota CSSMoRA sendiri dengan kemampuan yanh juga tidak kalah dengan pesaingnya di kampus, ia lebih memilih berkecimpung di dunia organisasi yang lain. Jelas. Organisasi yang dianggap mampu membawanya mejadi lebih berafiliasi dalam berbagai ajang, kemampuannya akan jauh lebih terasah, dan yang jelas lagi adalah mendapatkan pengakuan.

DILEMA.

Sadar atau tidak, CSSMoRA UGM sempat mengalami masa-masa kritisnya. Di mana hanya sebagian orang yang peduli, orang-orang yang dengan rela menghabiskan waktunya untuk organisasi kecil ini. Meski tawaran banyak menanti untuk menjadikannya lebih baik di organisasi lain, orang-orang yang di belakang CSSMoRA saat itu benar-benar telah mengorbankannya. Sampai pada akhirnya CSSMoRA UGM mampu bangkit kembali dan berhasil mengumpulkan semangat-semangatnya dengan kader-kader baru yang diharapkan. Sampai pada akhirnya, hari ini CSSMoRA UGM memutar kembali kehidupannya. Memilih ketua baru, perombakan departemen baru, program-pragram kerja baru jelas dengan strategi-strategi baru.

Setiap manusia yang wajib ada di CSSMoRA UGM (dipaksa) mengakui bahwa CSSMoRA UGM selalu di hati. Slogan yang membahana sering diucapkan. LOYALITAS TANPA BATAS! tanpa tahu esensinya. Sebagian dari mereka memang benar-benar menghayati, menanamkannya sebagai janji untuk tetap loyal. Sebagaian lagi (lebih banyak) hanya menganggapnya sebagai formalitas, entah di nomor ke berapa. Wallau a’lam.

Sederhananya, CSSMoRA adalah sebuah analogi yang dapat dikaitkan dengan pengabdian. CSSMoRA adalah tempat kecil yang tidak menjanjikan apa-apa. Sedangkan kamu, kita, semua adalah hal yang wajib untuk berada di sana. Sedangkan kamu, kita, semua telah dijanjikan banyak hal yang lebih banyak di tempat lain yang jauh lebih besar. Well, pada saat itu, kamu, kita, semua diuji. Sejauh mana kita akan kembali, kepada tempat yang lebih membutuhkan. Sejauh mana pengorbanan, sejauh mana pengabdian kita. Sama halnya dengan pengabdian. Ketika kita sudah sarjana dari UGM, dengan menyandang gelar yang tidak bisa semua orang miliki, dengan glebih gagah dan telah mendapatkan pengakuan. Kamu, kita, semua bisa meloncat lebih jauh mengejar mimpi. Namun, kita harus kembali lagi ke titik awal, menjadi seorang abdi di tempat pengabdian yang sebenarnya. Dari sanalah, kamu, kita, semua diuji (lebih nyata) janji kita yang dulu saat hitam di atas putih menyatakan kesanggupan untuk mengabdi dalam dokumen Program Beasiswa Santri Berprestasi disetujui.

Sila difikirkan kembali~~

Yogyakarta, 9 November 2016

(Masih) di Pondok Pesantren Al Barokah Yogyakarta

Facebook Comments

Tagged , , , ,

About khusana anik

simple person :) just fun with me :D
View all posts by khusana anik →

Leave a Reply

5 thoughts on “CSSMoRA, Selalu di Hati (katanya) 

  1. menghidupkan organisasi itu susah susah sulit, apalagi di organisasi yg sudah telanjur tenggelam semacam css mora, coz setiap mahasiswa berada pada usia yang butuh eksistensi, butuh pengakuan, dan semacamnya.
    sesekali coba bikin agenda out of the box untuk memaksa orang melirik. misal bikin pensi yg menghadirkan musisi2 populer, mengundang tokoh2, ngadain kontes berskala besar. untuk hal ini butuh survey mendalam hal apa yang sekiranya menjadi trendy. (ga bsia kasih contoh karena trend itu selalu berubah).
    Yang jadi penghambat kemudian biasanya dana. namun biasanya di setiap lingkaran selalu ada orang kaya. rawat lah dia, teruslah update progress ke dia, dan segala hal yg bisa mengambil hatinya. Jika sudah kena, Insyaallah apapun kendala finansial akan diperjuangkan.
    Memang sih bernada menjilat orang kaya. tapi dia ga akan dirugikan karena hatinya uda dapet. yg ga boleh itu menjilat kekuasaan hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *