22
Des

Siapa , Di mana dan Bagaimana?

Bukankah dulu sudah kuberitahu
Bukankah sudah ada rambu-rambu
Yang mengatur intensitasku menguntai  waktu
Bukankah kalian tahu
Aku bukan manusia besi yang hingga hatinya pun takkah lelah
Bukankah kalian seharusnya tahu
Tugas-tugas pokokku sudah sedemikian terancang
Bukankah kalian tahu
Aku robot yang harus tunduk pada majikanku
Aku bukan anak emas yang dapat seenaknya melenggang bersama kalian
Aku ini robot yang tak sekenanya melangkahi majikan
Kalianlah yang harus tahu
Robot sepertikupun akan rapuh saat ditempa batu berton-ton
Kalianlah yang harusnya bersedia tahu
Aku butuh perhatian dan toleransi kalian
Kalianlah yang memang tahu
Aku dibutuhkan tidak untuk satu kebutuhan
Yang bahkan kebutuhanku send
16
Des

Hari Bahagiamu


teruntuk semua sahabat maupun saudara-saudaraku yang aku tidak pernah sempat untuk sekedar menguapkan selamat ulang tahun bagi mereka. teruntuk semua orang yang kusayangi, termasuk engkau, awan laluku.
Hari Bahagiamu
Semenjak fajar menyisir lembut langit shubuh tadi

Bahkan semenjak malam, aku terbangun karena sebuah naluri

Kusisipkan senandung do’a dalam balutan angin musim hujan

Kunyanyikan sebuah harmoni kebahagiaan di tahun ini, hari ini, saai ini

Hari barumu, masa barumu

 

Ada rasa haru yang terbit di kejauhan relungku

Ada rasa rindu yang kemudian merajuk dalam kalbu

Sekali lagi hanya do’a yang mampu kutitipkan

Di atas sajadah merah yang terbentang

 

Gemerisik angin menemaniku

Di tambah buliran embun yang empuk menmpel di dedaunan hijau

Kuulurkan kata menyambut hari

Selamat memijak di hari bahagiamu

Selamat melihat dunia barumu

Semoga kau senantiasa dalam naungan-Nya

Semoga setiap jejak yang kau tapak tetap dalam jangkauan ridho-Nya

Kutitipkan engkau pada-Nya

Kutitipkan engkau dalam do’a ranumku